METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH – Gelombang kekecewaan terhadap kebijakan kesehatan di Aceh semakin menguat. Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dulu menjadi kebanggaan rakyat, kini dinilai mulai kehilangan ruhnya. Di tengah berbagai keluhan masyarakat miskin yang tak lagi tercover, muncul tudingan keras. Partai Aceh (PA) dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas “hilangnya” JKA.
Sejumlah warga mengaku kini harus menanggung sendiri biaya berobat, setelah data mereka tiba-tiba berubah masuk kategori mampu (desil tinggi). Ironisnya, kondisi ekonomi mereka tak pernah berubah tetap miskin, tetap kesulitan.
“Dulu kami bisa berobat pakai JKA, nanti kalau berobat ditolak. Katanya kami sudah mampu. Mampu dari mana?” keluh seorang warga Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa dengan nada kecewa, Minggu (12/4/2026).
Kondisi ini memicu amarah rakyat. Banyak pihak menilai kebijakan yang terjadi saat ini adalah bentuk kegagalan dalam menjaga program pro-rakyat. JKA yang dahulu digadang-gadang sebagai simbol keberpihakan pada masyarakat kecil, kini justru dinilai menjauh dari tujuan awalnya.
Masyarakat menyebut, jika kondisi ini dijalankan JKA benar-benar dihapus, maka bukan tidak mungkin sejarah akan mencatat bahwa di era kekuasaan Partai Aceh (PA), program JKA perlahan “dihapus” secara sistematis bukan dengan keputusan resmi, tetapi lewat kebijakan yang membatasi akses rakyat.
Desakan pun mulai bermunculan. Masyarakat meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pendataan dan jaminan kesehatan. Mereka menuntut agar JKA dikembalikan ke fungsinya, melindungi rakyat miskin, bukan malah mempersulit mereka.
Jika tidak, luka sosial ini akan terus melebar. Dan benar adanya, sejarah tak pernah lupa siapa yang berdiri di pihak rakyat, dan siapa yang membiarkannya berjuang sendiri,’ demikan dari Rakyat Aceh.(DANTON) Kaperwil Aceh
