METROINFONEWS.CO |GOWA ,-Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Gowa. Seorang tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RS Pratama Gowa diduga menjadi korban percobaan pembegalan di wilayah Bontotaratta, Kecamatan Bontonompo, Senin malam (1/6/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.
Korban yang diketahui berinisial N mengalami luka lecet dan nyeri pada bagian pinggang setelah berusaha menyelamatkan diri dari pelaku yang diduga hendak merampas tas miliknya saat perjalanan pulang usai bertugas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku yang belum diketahui identitasnya berupaya menghentikan dan merampas barang milik korban. Dalam kondisi panik, korban berusaha menghindari pelaku dengan mempercepat laju sepeda motor yang dikendarainya.
Namun nahas, korban kehilangan kendali hingga terjatuh dan masuk ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian. Akibatnya, korban mengalami luka-luka ringan dan kendaraan yang digunakan mengalami kerusakan.
Saat ini korban diketahui masih menjalani perawatan medis di RS Pratama Gowa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Direktur RS Pratama Gowa, dr. Irwanto, membenarkan adanya insiden yang menimpa salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya.
“Benar, ada pegawai kami yang menjadi korban dugaan pembegalan. Kejadiannya sekitar pukul 21.30 WITA,” ujar dr. Irwanto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI).
Ketua Dewan Pengurus Pusat BMKI, Irham Tompo, mengecam keras aksi yang dinilai mengancam keselamatan tenaga kesehatan yang selama ini berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Menurut Irham, tenaga kesehatan seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman, baik saat berangkat maupun pulang dari tempat kerja, terlebih bagi mereka yang bertugas hingga larut malam.

“Tenaga kesehatan adalah bagian penting dari pelayanan publik. Negara dan aparat penegak hukum harus memastikan keamanan mereka ketika menjalankan tugas kemanusiaan,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan tenaga kesehatan, BMKI menyampaikan lima tuntutan kepada pihak terkait, yakni:
Mendesak Polres Gowa segera mengusut tuntas kasus dugaan pembegalan tersebut dan menangkap pelakunya.
Meminta peningkatan patroli kepolisian pada jalur-jalur yang rawan tindak kriminalitas, khususnya rute yang sering dilalui tenaga kesehatan.
Mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk memperbaiki penerangan jalan dan memperkuat sistem keamanan di wilayah rawan kejahatan.

Memastikan adanya perlindungan dan jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan yang bertugas pada jam malam.
Mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan guna memberikan efek jera.
BMKI menilai bahwa keamanan tenaga kesehatan tidak hanya menyangkut keselamatan individu, tetapi juga berhubungan langsung dengan keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Karena itu, organisasi tersebut berharap aparat kepolisian dapat bergerak cepat mengungkap pelaku dan meningkatkan pengamanan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan tindak kriminalitas.
“Jangan sampai tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri untuk melayani masyarakat justru menjadi korban kejahatan saat menjalankan tugasnya,” tutup Irham.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Bontonompo atau Polres Gowa masih dalam upaya konfirmasi terkait dugaan percobaan pembegalan tersebut.(**)/red/SS
