METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH – Amarah warga Dusun Melati, Gampong Alue Piuneng Timue, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, tak lagi bisa dibendung. Kesabaran yang selama ini dipendam akhirnya pecah!. Warga kini kompak membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk perlawanan terbuka terhadap Kepala Dusun (Kadus) bernama, Deritana yang dianggap gagal total menjalankan tugasnya.
Ini bukan sekadar keluhan biasa ini adalah mosi tidak percaya rakyat!
Puluhan hingga ratusan warga Dusun Melati turun tangan langsung, menuntut Penjabat (Pj) Geuchik, Musleh Adisaf agar tidak tutup mata dan segera mencopot Kadus yang dinilai tidak becus, tidak transparan, dan kehilangan kepercayaan masyarakat.
“Kalau masih dipertahankan, berarti Pj Geuchik ikut membiarkan kerusakan di dusun ini!,” tegas seorang warga Dusun Melati dengan nada geram, kepada awak media, Rabu (22/4/2026).
Isu yang beredar di tengah masyarakat bukan hal sepele. Mulai dari pelayanan yang amburadul, komunikasi yang mandek, hingga sikap tidak peduli dengan masyarakat yang memicu kemarahan warga, semuanya menjadi bahan bakar ledakan protes ini.
Dokumen tanda tangan ratusan warga kini sudah diserahkan kepada Penjabat (Pj) Geuchik, Musleh Adisaf secara resmi. Warga bahkan mengancam, jika tuntutan ini diabaikan, mereka siap turun ke kantor Geuchik dan membuka persoalan ini lebih luas ke publik.
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi Pj Geuchik Gampong Alue Pineng. Tidak ada lagi ruang untuk diam. Jika tetap membiarkan Kadus bertahan, maka Pj Geuchik dinilai gagal membaca suara rakyat dan berpotensi memperkeruh konflik sosial di tingkat gampong.
Kini warga menunggu dengan satu pertanyaan tajam.
Copot Kadus, Deritana atau bersiap menghadapi gelombang perlawanan yang lebih besar?.
Upaya awak media konfirmasi kepada Pj Geuchik, Musleh Adisaf, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Dihubungi melalui telepon WhatsApp pun tidak diangkat hingga berita ini diterbitkan.(DANTON) Kaperwil Aceh
