METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH Dugaan praktik curang kembali mencoreng dunia penjualan kendaraan di Kota Langsa. Salah satu showroom Yamaha yang berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Langsa Kota dikenal masyarakat sebagai “Toko Belakang” kini menjadi sorotan tajam setelah sejumlah konsumen mengaku menerima sepeda motor yang diduga bekas terendam banjir.
Kemarahan para nasabah pun tak terbendung. Mereka merasa tertipu karena unit yang dibeli dalam kondisi “baru” justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang tidak wajar. Mulai dari karat pada bagian mesin, gangguan kelistrikan, hingga performa kendaraan yang jauh dari standar pabrikan.
“Saya beli motor baru, tapi baru hitungan hari sudah bermasalah. Setelah dicek, banyak komponen seperti bekas terendam air. Ini sangat merugikan kami,” ungkap salah satu konsumen kepada awak media, Kamis (17/4/2026), dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga datang dari pembeli lainnya. Dugaan pun menguat bahwa ada praktik tidak transparan, bahkan terindikasi upaya mengelabui konsumen dengan menjual unit bekas banjir sebagai barang baru.
Di tengah sorotan ini, seorang karyawan showroom bernama Jimmi akrap disapa sempat memberikan klarifikasi bahwa kendaraan hanya terdampak banjir di bagian bawah. Namun pernyataan tersebut justru menuai keraguan, mengingat banyaknya laporan kerusakan serius dari para konsumen.
Situasi ini memicu desakan keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga perlindungan konsumen untuk segera turun tangan. Publik menilai, jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tidak hanya melanggar etika bisnis, tetapi juga berpotensi masuk ranah pidana.
“Kalau ini benar, ini jelas penipuan. Kami minta aparat jangan diam. Harus ada tindakan tegas agar tidak ada korban berikutnya,” tegas salah satu korban.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada dalam membeli kendaraan, sekaligus menguji keberanian aparat dalam menindak dugaan praktik curang yang merugikan rakyat.
Apakah ini sekadar kelalaian, atau ada permainan kotor yang sengaja disembunyikan? masyarakat kini menunggu jawaban dan tindakan nyata dari pihak berwenang.(DANTON) Kaperwil Aceh
