METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH — Pelayanan dan transparansi informasi di RSUD Langsa kembali menjadi sorotan. Keluarga seorang pasien mempertanyakan alasan pasien harus menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) selama kurang lebih satu minggu, sementara dokter disebut telah mengarahkan agar pasien dipindahkan ke ruang rawat inap.
Yang membuat keluarga semakin mempertanyakan kondisi tersebut, alasan yang disampaikan kepada mereka adalah belum tersedianya kamar di ruang Bedah Sulaiman.

Namun, ketika keluarga melakukan pengecekan didamping langsung didamping wartawan, melihat terdapat satu tempat tidur yang tampak kosong di kamar nomor 1 ruang Bedah Sulaiman.
Kondisi ini sontak menimbulkan pertanyaan serius: benarkah tidak ada kamar yang tersedia, atau terdapat persoalan lain yang belum dijelaskan kepada keluarga pasien?
“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang tidak ada kamar, kami bisa memahami. Tapi kalau kami melihat ada tempat tidur yang kosong, tentu kami bertanya kenapa pasien belum dipindahkan,” ujar keluarga pasien kepada awak media, Sabtu (19/9/2026).
Menurut keluarga, dokter Raja yang menangani pasien telah memberikan arahan agar pasien dipindahkan dari ICU ke ruang rawat inap.
Arahan tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang perawat di ruang ICU. Perawat tersebut menyampaikan bahwa pasien memang telah mendapat arahan dari dokter untuk dipindahkan ke ruang rawat inap.
Namun, ketika dikonfirmasi ke ruang Bedah Sulaiman, melalui perawat di ruangan tersebut menyebutkan bahwa kamar penuh tidak ada yang kosong.

Perbedaan informasi antar-ruangan inilah yang menjadi persoalan utama yang dipertanyakan keluarga.
Jika memang tempat tidur tersebut belum dapat digunakan, keluarga tentu berhak mendapatkan penjelasan mengenai statusnya. Apakah tempat tidur tersebut telah dipesan untuk pasien lain diduga ada permainan.
“Kami bukan mau menyalahkan siapa-siapa. Kami hanya meminta penjelasan yang jelas. Pasien sudah hampir satu minggu di ICU dan dokter sudah mengarahkan untuk pindah ke ruang rawat inap,” ujar keluarga.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Langsa Dr. Erizal, SKM., M.Kes, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon pada Sabtu (19/9/2026), belum memberikan jawaban.
Upaya menghubungi Plt. Direktur RSUD Langsa dilakukan beberapa kali. Telepon terdengar berdering, namun tidak diangkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari manajemen RSUD Langsa terkait alasan pasien belum dipindahkan, status tempat tidur yang disebut kosong di ruang Bedah Sulaiman, maupun mekanisme penempatan pasien dari ICU ke ruang rawat inap.
Keluarga pasien berharap persoalan ini segera mendapat jawaban, bukan dibiarkan menjadi tanda tanya. Sebab, bagi keluarga pasien, yang dibutuhkan bukan sekadar alasan, tetapi kepastian dan pelayanan yang transparan.(DANTON) Kaperwil Aceh
