METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Ahyarruddin, warga Dusun Samudra, Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, yang hingga saat ini masih tinggal di rumah yang jauh dari kata layak huni. Rumah tersebut bahkan berdiri di atas tanah bekas rel kereta api, menambah kerentanan dan ketidakamanan bagi penghuninya, Senin (6/7/2026).
Bangunan rumah tampak sangat sederhana dan rapuh. Atapnya hanya terbuat dari pelepah rumbia yang sudah lapuk dan bocor di berbagai bagian. Setiap kali hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah, membuat kondisi di dalam menjadi basah dan tidak nyaman untuk ditempati.
Situasi ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih di tengah keterbatasan ekonomi yang dialami Ahyarruddin. Ia hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya sambil berharap adanya perhatian dari pihak terkait.
Ahyarruddin sangat mengharapkan bantuan dari Baitul Mal Kota Langsa agar dapat memperoleh program rumah layak huni. Bantuan tersebut dinilai sangat penting untuk memberikan tempat tinggal yang aman, sehat, dan manusiawi.
Warga sekitar juga turut berharap agar kondisi ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. Mereka menilai, rumah yang ditempati saat ini sangat berisiko dan tidak layak untuk dihuni dalam jangka panjang.
“Kalau hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Kami sangat berharap ada bantuan agar beliau bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” ujar Aulia salah satu warga.
Dengan adanya kepedulian dari Baitul Mal dan Pemerintah Kota Langsa, diharapkan Ahyarruddin dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.(DANTON) Kaperwil Aceh
