METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH – Harapan untuk mendapatkan pekerjaan justru berubah menjadi kekecewaan bagi sejumlah pelamar kerja di Kota Langsa. Mereka mengaku diduga menjadi korban praktik rekrutmen yang tidak transparan dalam lowongan kerja yang dibuka oleh Kidzplayspace Station Coffe, yang berlokasi di Jalan Chik Paya, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, tepat di depan SMA Negeri 3 Langsa.
Lowongan sebagai kasir yang awalnya terlihat menjanjikan itu sukses menarik minat banyak pencari kerja. Para pelamar bahkan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran hingga wawancara, sebelum akhirnya dinyatakan lulus.
Namun, realita di lapangan jauh dari harapan.
Sejumlah pelamar mengaku tidak ditempatkan sesuai posisi yang dijanjikan. Alih-alih bekerja sebagai kasir, mereka justru diarahkan untuk melakukan pekerjaan lain yang tidak relevan dengan deskripsi kerja awal.
“Awalnya kami melamar sebagai kasir, tapi setelah masuk kerja justru disuruh membersihkan bola-bola mainan di area bermain,” ungkap salah seorang pelamar dengan nada kecewa, Sabtu (27/6/2026). Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Tak hanya itu, para pelamar juga mengaku telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran, selama proses rekrutmen berlangsung. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik yang merugikan pencari kerja.
Kondisi ini memicu keresahan dan kekecewaan di kalangan pelamar. Mereka mendesak pihak penyelenggara lowongan untuk memberikan klarifikasi resmi atas dugaan yang terjadi.
Selain itu, para korban juga berharap instansi terkait dapat turun tangan untuk menindaklanjuti kasus ini, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada terhadap informasi lowongan kerja, terutama yang tidak disertai kejelasan sistem rekrutmen serta deskripsi pekerjaan yang transparan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kidzplayspace Station Coffe Langsa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(DANTON) Kaperwil Aceh
