METROINFONEWS.CO |LANGSA ACEH – Sejumlah warga kurang mampu di Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, mengeluhkan perubahan data desil yang berdampak pada terhentinya bantuan pangan berupa beras.
Ironisnya, warga yang mengaku masih hidup dalam keterbatasan ekonomi tersebut justru tercatat memiliki desil lebih tinggi. Kondisi itu membuat mereka tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan beras.
Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai akurasi data sosial ekonomi yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan.
“Dulu kami mendapatkan bantuan beras, sekarang tidak lagi karena desil berubah. Padahal kondisi ekonomi kami masih seperti dulu, bahkan kebutuhan hidup semakin berat,” keluh salah seorang warga Kapa.
Geuchik: Banyak Warga Tiba-Tiba Desilnya Berubah
Geuchik Gampong Kapa, Irmansyah (Danton), membenarkan adanya keluhan dari sejumlah warga terkait perubahan desil dalam data penerima bantuan sosial.
Menurutnya, cukup banyak warga Kapa yang mengalami perubahan desil secara tiba-tiba dan tidak mengetahui secara pasti kapan maupun berdasarkan apa perubahan tersebut dilakukan.
“Banyak warga Kapa yang tiba-tiba desilnya berubah tanpa diketahui. Sebelumnya ada warga yang tercatat desil satu, tetapi tiba-tiba berubah menjadi desil lima, bahkan ada yang sampai desil delapan,” ujar Danton.
Ia menjelaskan, perubahan tersebut berdampak langsung terhadap penerimaan bantuan beras bagi masyarakat.
Menurut Irmansyah (danton), warga yang masih tercatat dalam desil satu hingga desil empat masih mendapatkan bantuan beras, sementara warga yang masuk desil lima ke atas tidak lagi menerima bantuan beras tersebut.
“Yang mendapatkan beras itu mulai desil satu sampai desil empat. Sedangkan yang desilnya sudah naik di atas itu, seperti desil lima sampai delapan, tidak mendapatkan beras bansos,” jelasnya.
Geuchik Kapa berharap perubahan data tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan dilakukan verifikasi kembali terhadap kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.
Beras Bansos Tetap Disalurkan
Di tengah keluhan tersebut, penyaluran bantuan beras dari Perum Bulog tetap berlangsung di wilayah Kecamatan Langsa Timur.
Penyaluran beras bantuan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Pasar Rakyat Gampong Alur Pinang, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa.
Namun, warga Kapa mempertanyakan mengapa mereka yang sebelumnya menerima bantuan kini tidak lagi mendapatkannya setelah mengalami perubahan desil dalam data.
Menurut warga, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena perubahan status dalam data belum tentu mencerminkan perubahan kondisi ekonomi keluarga yang sebenarnya.
Jangan Sampai Angka Mengalahkan Kondisi Warga
Warga Kapa berharap Pemerintah Kota Langsa melalui instansi terkait bersama pemerintah gampong melakukan pengecekan dan pemutakhiran data terhadap masyarakat yang merasa perubahan desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.
Mereka juga meminta adanya mekanisme pengaduan yang jelas sehingga warga dapat menyampaikan keberatan serta memperoleh kesempatan untuk dilakukan verifikasi ulang.
«“Kalau pemerintah menganggap kami sudah mampu, kami berharap ada pengecekan langsung. Jangan hanya melihat angka desil tanpa melihat kondisi kehidupan kami,” ujar warga lainnya.»
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, bantuan beras dinilai sangat membantu mengurangi beban pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari. Karena itu, perubahan status penerima bantuan menjadi perhatian serius bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi.
Warga juga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Mereka berharap pemerintah tidak menganggap persoalan tersebut sebagai keluhan biasa. Sebaliknya, pemerintah diminta membuka ruang klarifikasi dan memastikan data sosial ekonomi masyarakat benar-benar diperbarui berdasarkan kondisi terkini.
Jika warga yang sebelumnya tercatat dalam desil rendah tiba-tiba masuk ke desil lebih tinggi, sementara kondisi kehidupannya tidak mengalami perubahan signifikan, maka hal tersebut dinilai perlu diverifikasi kembali.
Data seharusnya mencerminkan kondisi nyata masyarakat, bukan justru membuat warga yang masih membutuhkan bantuan kehilangan haknya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab perubahan desil sejumlah warga Gampong Kapa tersebut. Pemerintah diharapkan memberikan penjelasan mengenai mekanisme perubahan data desil serta langkah yang dapat ditempuh masyarakat apabila merasa data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.(FAHTUL)
