METROINFONEWS.CO |BANTAENG – Kondisi memprihatinkan yang dialami SD Negeri 75 Kayu Tanning dan SD Kelas Jauh 35 Lannying di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, kembali menjadi sorotan publik.
Kerusakan sejumlah ruang kelas yang dilaporkan telah terjadi sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2026 dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan segera dari pemerintah daerah.
Sorotan tersebut disampaikan oleh Wawan Copel yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh pemerintah, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak.
Menurut Wawan, kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari atap bocor hingga konstruksi yang mulai lapuk, tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Pemerintah Kabupaten Bantaeng jangan tutup mata terhadap kondisi sekolah-sekolah di pelosok. Anak-anak di Uluere memiliki hak yang sama untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang layak sebagaimana siswa yang berada di wilayah perkotaan,” tegas Wawan kepada media, Selasa (24/6/2026).
Ia menilai keterlambatan rehabilitasi gedung sekolah dapat berdampak pada kualitas pendidikan dan memperlebar kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
“Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Jika sarana pendukungnya tidak mendapat perhatian serius, maka yang dirugikan adalah generasi penerus yang seharusnya memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, Wawan juga mempertanyakan kepastian rencana rehabilitasi yang disebut-sebut pernah disampaikan kepada pihak sekolah, namun hingga kini belum terealisasi secara jelas.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan informasi yang transparan agar para guru, siswa, dan orang tua tidak terus berada dalam ketidakpastian.
“Kami mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng untuk segera menyampaikan kepastian terkait anggaran maupun jadwal rehabilitasi sekolah. Jangan sampai anak-anak menjadi korban akibat lambannya penanganan infrastruktur pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, ia meminta Bupati Bantaeng beserta jajaran terkait untuk turun langsung meninjau kondisi sekolah di Desa Bonto Lojong guna melihat secara nyata situasi yang dihadapi para siswa dan tenaga pendidik setiap hari.
Menurut Wawan, kunjungan langsung ke lokasi akan memberikan gambaran objektif mengenai urgensi penanganan kerusakan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Pendidikan bukan sekadar program yang tertuang dalam dokumen pembangunan. Pendidikan adalah kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi bangunan sekolah yang semakin memprihatinkan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng terkait jadwal pasti rehabilitasi kedua sekolah tersebut.(**)/editor :SS
