METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH – Sejumlah pedagang yang menjadi korban penggusuran di Kota Langsa menyuarakan kekecewaan dan mempertanyakan sikap tegas aparat penegak Peraturan Daerah (Perda), khususnya Satpol PP Kota Langsa. Mereka menilai penertiban yang dilakukan terkesan tidak adil dan pilih kasih.
Pasalnya, di tengah penertiban yang dilakukan terhadap lapak dan kios milik pedagang kecil, masih terdapat puluhan kios yang berdiri di atas parit di kawasan Jalan Rel arah tembus ke Pekong yang hingga kini belum tersentuh pembongkaran.
Beberapa pedagang secara terbuka mempertanyakan peran dan ketegasan sejumlah pihak yang selama ini dikenal vokal dalam penertiban, seperti Eddy Muhkti, Tarmizi, dan Kaoi. Mereka menilai, sikap “garang” yang selama ini ditunjukkan tidak terlihat dalam kasus tersebut.
“Kenapa kami yang kecil ini cepat sekali digusur, tapi yang jelas-jelas bangun di atas parit malah dibiarkan? Di mana keadilan?” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Para pedagang menduga adanya tebang pilih dalam pelaksanaan penertiban. Mereka meminta pemerintah dan Satpol PP Kota Langsa untuk bersikap transparan serta konsisten dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
“Kalau memang mau tertibkan, tertibkan semua. Jangan hanya kami yang jadi korban. Yang melanggar jelas-jelas di depan mata malah aman,” tambah pedagang lainnya. Sabtu (2/5/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP maupun pihak terkait mengenai alasan belum dilakukannya pembongkaran terhadap kios-kios yang berdiri di atas parit tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas dan adil guna menghindari kecemburuan sosial serta menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan aturan di daerah.(DANTON) Kaperwil Aceh
