METROINFONEWS.CO | Makassar – Menjalani pendidikan tinggi di bidang seni sekaligus tetap aktif di dunia hiburan menjadi bagian dari perjalanan Evi Agustina dalam mengembangkan kemampuan dan pengalaman profesionalnya.
Perempuan kelahiran 25 Agustus 2004 itu tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Fakultas Seni dan Desain, Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik).
Evi mulai menempuh pendidikan di UNM pada 2022. Pada tahun yang sama, ia mengikuti ajang pencarian bakat D’Academy 5, sehingga aktivitas akademiknya berjalan beriringan dengan pengalaman di dunia hiburan.(Sabtu 3/10/2026).
Memilih Pendidikan Seni
Pilihan Evi untuk mengambil program studi Sendratasik sejalan dengan ketertarikannya terhadap seni pertunjukan dan musik.
Di lingkungan akademik, ia tidak hanya memperoleh pengalaman sebagai performer, tetapi juga mempelajari seni dari perspektif pendidikan dan keilmuan. Program Sendratasik mencakup berbagai bidang seni pertunjukan, termasuk drama, tari, dan musik.
Bagi Evi, pendidikan menjadi bagian penting dalam proses memperluas pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang yang telah ditekuninya.
Aktif di Organisasi Mahasiswa
Di tengah aktivitas perkuliahan, Evi juga terlibat dalam organisasi kemahasiswaan.
Ia tercatat sebagai pengurus Himpunan Sendratasik periode 2023–2024.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman dalam berorganisasi, bekerja sama dengan mahasiswa lain, serta menjalankan tanggung jawab di lingkungan kampus.
Aktivitas akademik dan organisasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Evi dalam mengembangkan pengalaman, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai individu yang aktif di bidang seni.
Dari Musik hingga Seni Peran
Perjalanan Evi di dunia seni tidak berhenti pada musik. Setelah memperoleh pengalaman melalui D’Academy 5, ia kemudian memperluas kiprahnya ke bidang seni peran.
Evi terlibat dalam film “Rannu (Cinta Bugis Makassar)” yang tayang perdana pada 10 Mei 2025. Dalam film tersebut, ia memerankan karakter Rara.
Keterlibatan dalam film menjadi pengalaman berbeda bagi Evi karena mempertemukan latar belakang pendidikan seni dengan praktik seni peran di industri hiburan.
Dengan pengalaman di musik, pendidikan seni, organisasi kemahasiswaan, dan seni peran, Evi menjalani berbagai aktivitas yang masih berada dalam lingkup dunia seni.
Ingin Terus Berkembang
Bagi Evi, pencapaian yang telah diperoleh bukan menjadi akhir dari perjalanan.
Masih ingin tumbuh dan terus berkembang, tidak ingin stop dengan pencapaian yang ada sekarang,” ujar Evi.
Pernyataan tersebut menggambarkan keinginannya untuk terus mengembangkan diri dan membuka kesempatan terhadap pengalaman baru.
Perjalanan Evi Agustina menunjukkan bagaimana pendidikan dan aktivitas di dunia seni dapat dijalani secara beriringan.
Pengalaman akademik di Sendratasik menjadi bagian dari proses pembelajaran, sementara keterlibatannya dalam musik dan seni peran memberikan pengalaman praktik di luar lingkungan kampus.
Bagi Evi, dunia seni masih menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan melalui berbagai pengalaman yang dijalaninya.(**)/red
