METROINFONEWS.CO | BANDA ACEH – Pernyataan dan penampilan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., kembali menuai polemik. Kali ini, masyarakat yang tergabung dalam LSM Gadjah Puteh secara terbuka menyuarakan kecaman setelah beredarnya video Menteri Agama yang mengucapkan selamat memperingati Bulan Maria kepada umat Katolik sambil mengenakan busana adat Aceh.
Bulan Maria merupakan tradisi penting dalam Gereja Katolik yang diperingati setiap bulan Mei sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria. Namun, penggunaan atribut budaya Aceh dalam momen tersebut dinilai tidak tepat oleh sebagian masyarakat di daerah yang dikenal dengan penerapan syariat Islam tersebut.
Direktur Eksekutif DPP LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly, menilai bahwa busana adat Aceh memiliki nilai sakral yang erat kaitannya dengan identitas Islam. Oleh karena itu, penggunaannya dalam konteks perayaan agama lain dianggap tidak sensitif terhadap nilai-nilai lokal.
“Kami meminta Menteri Agama lebih bijak dalam bersikap. Ini bukan sekadar soal toleransi, tapi juga menghormati nilai budaya dan kearifan lokal Aceh,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Tak hanya kecaman, desakan juga muncul agar Menteri Agama Republik Indonesia segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh. Bahkan, masyarakat secara tegas meminta agar permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video agar dapat dilihat langsung oleh publik luas.
Gelombang kritik juga ramai di media sosial. Banyak warganet menilai bahwa sebagai pejabat publik, Menteri Agama seharusnya lebih berhati-hati dalam menggunakan simbol budaya daerah, terlebih yang memiliki kekhususan seperti Aceh.
Namun demikian, di tengah polemik yang berkembang, sebagian pihak juga menilai bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk toleransi antarumat beragama di Indonesia yang majemuk. Meski begitu, mereka tetap mengingatkan pentingnya mempertimbangkan sensitivitas budaya lokal.
Meski Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyampaikan permohonan maaf melalui Kemenag, masyarakat Aceh yang tergabung dalam Gadjah Puteh menilai hal tersebut belum cukup. Mereka menegaskan bahwa permintaan maaf secara langsung melalui video dari Menteri Agama menjadi tuntutan utama sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat Aceh,” Tutup Walet.(DANTON) Kaperwil Aceh
