METROINFONEWS.CO | Gowa – Alumni MTs Muhammadiyah Panciro, Ahmad Imam Mujaddid, terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Gowa periode 2026–2028.
Ahmad terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musyda) IPM Kabupaten Gowa yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.
Musyda tersebut dihadiri sekitar 400 pelajar Muhammadiyah yang merupakan utusan dari berbagai cabang IPM di Kabupaten Gowa. Ahmad ditetapkan sebagai Ketua Umum melalui rapat formatur yang terdiri atas 13 orang formatur.
Terpilihnya Ahmad menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah Panciro. Ia merupakan alumni yang menempuh pendidikan di madrasah tersebut sejak 2018 hingga 2021.
Sejak masih menjadi siswa, Ahmad telah aktif dalam organisasi pelajar Muhammadiyah. Pada 2019, ia dipercaya menjadi Ketua Ranting IPM MTs Muhammadiyah Panciro. Dari sinilah pengalaman kepemimpinannya mulai dibangun dan kemudian berlanjut setelah ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara.
Kiprahnya di IPM terus berkembang. Di tingkat daerah, Ahmad pernah dipercaya sebagai Ketua Bidang Dakwah Islam PD IPM Gowa. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kaderisasi yang mengantarkannya hingga memperoleh amanah sebagai Ketua Umum PD IPM Gowa.
Kaderisasi yang Berkelanjutan
Kepala MTs Muhammadiyah Panciro, Sahri Mulia, menyambut baik terpilihnya Ahmad Imam Mujaddid sebagai Ketua Umum PD IPM Gowa.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan kebanggaan bagi madrasah sekaligus menjadi bukti bahwa proses pendidikan dan kaderisasi di madrasah dapat memberikan bekal bagi siswa untuk melanjutkan pengabdian di organisasi Muhammadiyah.
“Kami tentu merasa bangga dan bersyukur atas amanah yang diberikan kepada Ahmad. Sejak menjadi siswa di MTs Muhammadiyah Panciro, ia sudah menunjukkan minat dan keberanian dalam berorganisasi. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan menjadi kesempatan bagi Ahmad untuk terus belajar, berkhidmat, dan memberikan manfaat bagi pelajar, umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujar Sahri Mulia.
Ia berharap keberhasilan Ahmad dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa MTs Muhammadiyah Panciro lainnya untuk aktif belajar, berorganisasi, dan mengembangkan potensi kepemimpinan sejak dini.
Tumbuh dari Lingkungan Kader Muhammadiyah
Ahmad Imam Mujaddid merupakan putra dari Basri B. Mattayang dan Nursyamsi, yang keduanya merupakan kader Muhammadiyah.
Lingkungan keluarga dan pendidikan Muhammadiyah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ahmad dalam mengenal nilai-nilai keislaman, organisasi, kepemimpinan, dan pengabdian.
Namun, perjalanan kepemimpinannya tidak berhenti pada latar belakang keluarga. Sejak menjadi pelajar, Ahmad menjalani proses kaderisasi melalui pengalaman berorganisasi, mulai dari tingkat ranting hingga akhirnya dipercaya memimpin IPM di tingkat Kabupaten Gowa.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi merupakan proses yang membutuhkan waktu. Nilai-nilai yang diperoleh di keluarga, madrasah, pesantren, dan organisasi kemudian berkembang menjadi pengalaman yang membentuk karakter kepemimpinan.
Bagi MTs Muhammadiyah Panciro, terpilihnya Ahmad menjadi Ketua Umum PD IPM Gowa juga menjadi bagian dari catatan perjalanan alumni. Madrasah tidak hanya diharapkan melahirkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, kepedulian, kemampuan memimpin, dan semangat mengabdi.
Kini, Ahmad Imam Mujaddid mengemban amanah baru untuk memimpin pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Gowa selama periode 2026–2028.
Amanah tersebut sekaligus menjadi ruang pembuktian bagi seorang kader muda untuk terus belajar dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pelajar Muhammadiyah.
Dari madrasah, kader ditempa. Dari organisasi, kepemimpinan tumbuh. Dan dari proses kaderisasi, lahir generasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, agama, dan persyarikatan.(**)/red
