METROINFONEWS.CO | LANGSA ACEH – Kasat Resnarkoba Polres Langsa, IPTU Sirya Iqbal, S.H., M.H., tampil sebagai narasumber utama dalam kegiatan talkshow edukasi yang digelar Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Langsa, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan bertema “Selamatkan Pelajar Dari Penyalahgunaan Narkoba dan Vape Berbahaya” tersebut berlangsung di ruang pertemuan Kanasha Cafe, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, dan diikuti sekitar 30 pelajar SMA dari berbagai sekolah di Kota Langsa.

Acara dibuka oleh Katim Pencegahan BNN Kota Langsa, Suharmansyah, S.Sos., M.I.Kom. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Sat Resnarkoba Polres Langsa serta staf BNNK Langsa.
Dalam pemaparannya, IPTU Sirya Iqbal mengangkat materi berjudul “Perkembangan Kejahatan Narkoba dan Vape Berbahaya di Kota Langsa”. Ia menegaskan bahwa pelajar harus waspada terhadap pengaruh pergaulan yang berpotensi menjerumuskan ke dalam penyalahgunaan narkotika maupun penggunaan vape yang mengandung zat berbahaya.
“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan dan kehidupan sosial,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia juga menjelaskan berbagai aspek terkait narkotika, mulai dari tugas dan kewenangan penyidik, pengertian dan ruang lingkup narkotika, dasar hukum tindak pidana, hingga pentingnya sinergitas antara Kepolisian dan BNN dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba.
Selain itu, IPTU Sirya Iqbal turut memaparkan program Kampung Bebas dari Narkoba yang dijalankan Polres Langsa, serta capaian pengungkapan kasus narkotika sepanjang tahun 2026 di wilayah hukum Polres Langsa.

Menurutnya, peran pelajar sangat penting dalam upaya pencegahan. Ia mengimbau agar generasi muda tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun.
“Jangan pernah mencoba. Sekali terjerumus, akan sangat sulit untuk keluar dari lingkaran tersebut,” ujarnya.
Suasana talkshow berlangsung interaktif. Para pelajar aktif mengajukan pertanyaan seputar bahaya narkoba, modus peredaran, hingga dampak penggunaan vape yang mengandung zat berbahaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta turut menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.(DANTON) Kaperwil Aceh
