METROINFONEWS.CO |BULUKUMBA – Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan terus diperkuat oleh SMP Negeri 25 Bulukumba melalui kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perundungan (bullying), serta penyalahgunaan narkoba yang digelar di aula sekolah, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor antara pihak sekolah, tenaga kesehatan, guru Bimbingan dan Konseling (BK), aparat keamanan dari Polsek Herlang dan Koramil Herlang, serta pemerintah kecamatan dalam membangun budaya sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Herlang, Danramil Herlang, Kapolsek Herlang, Kepala Puskesmas Herlang, jajaran guru, tenaga pendidik, serta ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.
Kepala SMP Negeri 25 Bulukumba, Drs. Muhammad Jusman, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bahaya kekerasan seksual, perundungan, dan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Selain itu, sosialisasi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran hukum serta keberanian siswa dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik. Karena itu, pencegahan dan penanganan berbagai bentuk kekerasan harus dilakukan secara bersama-sama melalui edukasi dan penguatan pengawasan,” ujarnya.
Para pemateri tidak hanya memberikan edukasi mengenai dampak dan upaya pencegahan, tetapi juga menjelaskan mekanisme penanganan dan pelaporan apabila terjadi tindak kekerasan terhadap siswa.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh perlindungan serta hak atas lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Guru BK SMP Negeri 25 Bulukumba, Arni Anriana, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat membantu peran guru BK dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait bahaya kekerasan seksual, bullying, dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini memberikan penguatan kepada peserta didik sekaligus mendukung tugas guru BK dalam membangun karakter dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Roni Ashadi, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, guru, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta pihak kecamatan yang telah bekerja sama dan berkolaborasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan seluruh tim serta bimbingan Kepala Sekolah yang terus mendorong terciptanya program-program positif bagi peserta didik, ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 25 Bulukumba kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan satuan pendidikan yang ramah anak, bebas dari segala bentuk kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi keamanan, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap hak-hak anak di lingkungan pendidikan(*)ir.T
