METROINFONEWS.CO |Makassar, – Penanganan kasus dugaan pelecehan yang terjadi di lingkungan RS Kemenkes Makassar menuai sorotan dari FARKES KSPSI Sulawesi Selatan.(Rabu 6/5/2026)
Kasus yang telah bergulir lebih dari empat bulan tersebut dinilai belum mendapat respons yang memadai dari pihak manajemen rumah sakit.
Sekretaris Jenderal FARKES KSPSI Sulsel, Irham Tompo, menyatakan bahwa proses hukum saat ini masih berjalan di Polrestabes Makassar dan pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
Meski demikian, ia menilai aspek perlindungan dan pemulihan korban belum ditangani secara
serius.
Serikat pekerja terus mendorong agar keadilan benar-benar berpihak pada korban, saudari FN, yang saat ini masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut,” ujar Irham.
Korban, FN, saat dihubungi secara terpisah mengaku masih mengalami dampak psikologis dari kejadian tersebut.
Ia berharap adanya pemulihan hak sebagai korban serta pembayaran seluruh hak ketenagakerjaan yang hingga kini belum diterima.
Selain itu, Irham juga menyoroti dugaan pengabaian tanggung jawab oleh pihak direktur RS Kemenkes Makassar dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurutnya, secara institusional, manajemen rumah sakit wajib menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pekerja dalam menjalankan tugas.
Ia mendesak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi dan mencopot pimpinan rumah sakit jika dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan secara adil dan transparan.
Tidak hanya itu, FARKES KSPSI Sulsel juga meminta agar kontrak pihak ketiga yang diduga melakukan pemecatan sepihak terhadap korban segera diputus.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja sekaligus menjaga integritas institusi.
Sebelumnya, pihak humas RS Kemenkes Makassar menyampaikan bahwa kasus tersebut tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.
Namun, serikat pekerja menilai sejumlah tuntutan yang telah disampaikan belum mendapatkan tindak lanjut konkret.
Sebagai bentuk tekanan lanjutan, FARKES KSPSI Sulsel bersama elemen buruh berencana menggelar aksi jilid III di depan RS Kemenkes Makassar dalam waktu dekat.(/*)red
