METROINFONEWS.CO | Makassar -Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar kegiatan penyuluhan tentang penggunaan antibiotik yang tepat di Poliklinik Rumah Sakit Faisal, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut menyasar pasien rawat jalan dan keluarga pasien sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar serta mencegah terjadinya resistensi antibiotik yang saat ini menjadi salah satu tantangan serius di bidang kesehatan.
Dosen pendamping lapangan, Sitti Fauziah Noer, mengatakan bahwa penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa antibiotik tidak dapat digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan anjuran tenaga medis.
Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami cara penggunaan antibiotik yang benar.
Masih banyak yang menganggap antibiotik sama seperti obat lainnya, padahal penggunaannya harus berdasarkan resep dokter dan sesuai dosis yang telah ditentukan, ujarnya.
Lebih lanjut Siti Fauziah menjelaskan bahwa antibiotik tidak boleh digunakan tanpa indikasi medis, tidak boleh dibagikan atau dipindahtangankan kepada orang lain, serta harus diminum sesuai dosis dan jangka waktu yang ditetapkan dokter.
Salah satu pemateri, Muh. Rehan, memaparkan materi bertajuk “Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik” di hadapan puluhan peserta.
Ia menjelaskan bahwa resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang sebelumnya efektif digunakan untuk mengobati infeksi.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi menjadi lebih sulit diobati, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperpanjang masa perawatan, hingga meningkatkan risiko kematian.
Penggunaan antibiotik yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah resistensi dan melindungi kesehatan kita bersama, jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan terkait penggunaan antibiotik, termasuk mengenai risiko menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya, penggunaan antibiotik pada anak-anak, serta dampak resistensi antibiotik terhadap pengobatan di masa depan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Sitti Fauziah Noer menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi bakteri.
Ketika resistensi terjadi, pengobatan menjadi lebih sulit karena antibiotik yang sebelumnya efektif tidak lagi mampu membunuh bakteri penyebab infeksi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi antibiotik secara bebas tanpa pemeriksaan dokter.
Menurutnya, setiap penggunaan antibiotik harus didasarkan pada diagnosis medis yang tepat.Bebwrnya
Jika dokter meresepkan antibiotik, maka obat tersebut harus diminum sesuai aturan dan dihabiskan sesuai anjuran. Ungkapnya
Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal sehingga infeksi lebih sulit ditangani,” tegasnya.(**)ir.T
