METROINFONEWS.CO |GOWA,- Keluarga Ashari Samadikun, Kapten Kapal MT Honour 25 asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memohon perhatian dan bantuan pemerintah Indonesia setelah kapal yang dinakhodainya dilaporkan dibajak di perairan Somalia.
Ashari Samadikun merupakan putra Syamsuddin, warga Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.
Berdasarkan keterangan keluarga, kapal MT Honour 25 milik perusahaan Wharf Chartering yang berlayar di kawasan Gulf of Aden dan Laut Arab dilaporkan dibajak saat melintasi perairan Somalia.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar anak kami dan seluruh kru kapal diberikan keselamatan, kekuatan, dan segera dibebaskan sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Syamsuddin.,Selasa 02/06)2026
Menurut keluarga, Ashari sempat melakukan komunikasi singkat dari tengah situasi penyanderaan.
Dalam pesan tersebut, ia menggambarkan kondisi para awak kapal yang sangat memprihatinkan:
“Segenggam nasi rebus dan air kotor adalah makanan kami. Apakah seperti ini seharusnya manusia hidup? Kami memohon kepada pemerintah untuk segera memperhatikan situasi kami. Kami tidak bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti ini,” demikian ungkap Ashari sebagaimana diceritakan kembali oleh keluarga.
Syamsuddin berharap Presiden Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, TNI, dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serius serta langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan para warga negara Indonesia yang berada di atas kapal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga mengaku mengalami kesulitan menghubungi pihak perusahaan pemilik kapal untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Kasus pembajakan kapal di wilayah perairan Somalia menjadi perhatian dunia internasional karena risiko tinggi terhadap keselamatan pelaut dan awak kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis.
Keluarga besar Ashari Samadikun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan keselamatan para awak kapal MT Honour 25 agar segera dibebaskan dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.(Nur/red)
