METROINFONEWS.CO | MAKASSAR -Rumah Sakit Faisal terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui inovasi “RONDE SIGAP” (Sinergi InteGrasi Antar Profesi), yang digelar di Ruang Perawatan 1, Jumat (15/05/2026).
Program ini merupakan model ronde terintegrasi antara Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dan manajemen rumah sakit yang berbasis PROM (Patient Reported Outcome Measures) serta PREM (Patient Reported Experience Measures).
Inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pengalaman dan keselamatan pasien.
Melalui RONDE SIGAP, seluruh unsur pelayanan kesehatan dihadirkan secara terpadu dalam satu forum evaluasi langsung bersama pasien dan keluarga.
Tim multidisiplin yang terlibat terdiri dari dokter, perawat, farmasi, ahli gizi, rehabilitasi medik, case manager, customer care hingga unsur manajemen rumah sakit.
Pelaksanaan ronde dilakukan secara periodik terhadap pasien prioritas dengan menggunakan instrumen PROM dan PREM terstandar.
Setiap hasil evaluasi kemudian didokumentasikan dalam dashboard monitoring dan ditindaklanjuti melalui corrective action secara cepat dan terukur.
Manajemen RS Faisal menilai inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian persoalan pelayanan, meningkatkan koordinasi lintas profesi, sekaligus memperkuat budaya patient centered care di lingkungan rumah sakit.
Hasil implementasi RONDE SIGAP menunjukkan dampak positif yang signifikan, mulai dari meningkatnya kepuasan pasien, menurunnya keluhan pelayanan, meningkatnya respons time penyelesaian masalah pasien, hingga semakin efektifnya koordinasi antar profesi kesehatan.
Selain itu, keterlibatan manajemen dalam pelayanan klinis juga dinilai semakin optimal.
Tak hanya berfokus pada pelayanan medis, pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam inovasi ini.
Saat diwawancarai pewarta Metro Info News, salah satu keluarga pasien, Ibu dari anak Muh. B, mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran seluruh profesi kesehatan secara langsung.
Alhamdulillah sangat bagus, karena semua profesi hadir dan menjelaskan informasi dengan baik.
Kami menerima banyak masukan, jadi wawasan kami bertambah.
Kami juga jadi tahu makanan yang harus dikonsumsi, pantangan yang harus dihindari, penggunaan obat, hingga hasil laboratorium yang dijelaskan secara jelas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, dukungan spiritual juga diberikan kepada pasien dan keluarga. Ustaz dari IMMIM, Drs. Muhammad Yusra, turut hadir memberikan doa dan penguatan spiritual kepada pasien agar diberikan kesembuhan serta ketabahan dalam menjalani proses pengobatan.(/*)
