METROINFONEWS.CO |Gowa, Sulsel – Kerusakan jalan poros provinsi yang menghubungkan Kecamatan Manuju, Bungaya, dan Tompobulu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, semakin memprihatinkan. Jalan berlubang, berbatu, dan licin saat hujan telah lama mengganggu kenyamanan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, kondisi ini tampaknya luput dari perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Tanggapan datang dari Haji Bisman, seorang pengusaha sukses asal Gowa yang kini berkiprah di Kalimantan. Haji Bisman yang merupakan putra daerah Dataran Tinggi Gowa merasa terpanggil untuk turun tangan dan memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama terabaikan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini, Haji Bisman telah menyumbangkan puluhan juta rupiah untuk pengecoran jalan di titik-titik yang paling parah rusaknya. Aksi sosial ini, yang juga melibatkan masyarakat setempat, bertujuan untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses vital bagi warga dan pengusaha lokal.
“Kondisi jalan yang rusak ini sudah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama sopir angkutan yang setiap hari melintasi jalur ini. Banyak warga dan pengusaha lokal yang terpaksa menanggung kerugian akibat kerusakan jalan tersebut. Saya merasa terpanggil untuk membantu perbaikan ini, agar masyarakat bisa kembali menikmati jalan yang layak,” ungkap Haji Bisman saat ditemui di lokasi perbaikan, Sabtu (04/04/2026).
Gotong Royong yang
Aksi gotong royong di bawah inisiatif Haji Bisman ini melibatkan masyarakat setempat dan para sopir angkutan.agar Menjadi Solusi Darurat ,Mereka bekerja sama untuk mengangkut material dan melakukan pengecoran beton di ruas jalan yang rusak parah, terutama di tanjakan Batu Massongko.
Jamaluddin, salah seorang tokoh masyarakat setempat, menjelaskan bahwa perbaikan ini dilakukan dengan harapan bisa mendorong perhatian pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. “Masyarakat sekitar, termasuk sopir angkutan dan petani, sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini secara permanen. Gotong royong seharusnya bukan solusi utama, karena ini adalah tanggung jawab negara,” tegas Jamaluddin.
Pihaknya juga menambahkan bahwa meskipun jalan tersebut berstatus jalan provinsi, hingga saat ini belum ada penanganan yang berarti dari pemerintah. Padahal, jalan ini menjadi urat nadi bagi kegiatan perekonomian warga, seperti pengangkutan jagung, sayuran, dan buah-buahan dari dataran tinggi Gowa.
Harapan Masyarakat Agar Pemerintah Turun Tangan
Melihat langsung kenyataan ,Warga sekitar dan para pengguna jalan berharap agar perhatian serius dari pemerintah segera terwujud. Meskipun jalan ini telah menjadi bagian dari kampanye politik pada pemilihan gubernur, kenyataannya penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut belum juga terealisasi. Keadaan ini semakin memperburuk rasa kepercayaan masyarakat terhadap janji-janji politik yang tidak kunjung ditepati.
“Kami tidak ingin terus menunggu. Kami sudah lama menderita karena kerusakan jalan ini. Gotong royong ini kami lakukan sebagai bentuk protes terhadap kelalaian pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab. Kami berharap ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah agar segera memperbaiki jalan ini,” pungkas Jamaluddin.
Dengan kontribusi Haji Bisman dan semangat gotong royong masyarakat setempat, diharapkan ada dorongan bagi pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan yang lebih serius demi kesejahteraan masyarakat.(Nur)
