METROINFONEWS.CO | ACEH UTARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga binaan melalui pemenuhan hak pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggandeng Dinas Pendidikan Aceh Utara dan PKBM Al-Azhar dalam pelaksanaan program pendidikan non-formal Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C.
Hal itu dibahas dalam pertemuan koordinasi strategis yang berlangsung di Lapas Lhoksukon. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Dinas Pendidikan Aceh Utara serta Kepala Sekolah PKBM Al-Azhar Muara Batu, yang disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin.
Kalapas Lhoksukon, Muhidfuddin, menyampaikan bahwa program pendidikan kesetaraan ini ditujukan bagi warga binaan yang putus sekolah agar tetap memperoleh kesempatan meraih ijazah setara SD melalui Paket A, SMP melalui Paket B, dan SMA melalui Paket C.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus tetap dipenuhi tanpa memandang status hukum. “Status sebagai warga binaan tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan menjadi bekal penting bagi mereka saat kembali dan berintegrasi ke tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (12/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan Aceh Utara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di Lapas Lhoksukon, khususnya terkait standarisasi kurikulum serta teknis penyelenggaraan ujian.
Sementara itu, PKBM Al-Azhar Muara Batu sebagai mitra pelaksana teknis akan menyediakan tenaga pendidik serta modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi di lingkungan Lapas.
Melalui sinergi ini, Lapas Lhoksukon berharap program pendidikan kesetaraan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk meningkatkan kualitas SDM warga binaan.(DANTON) Kaperwil Aceh
