METROINFONEWS.CO | Makassar – Organisasi kepemudaan The Legend 120 Kota Makassar merespons pernyataan anggota Komisi III DPR RI terkait kondisi keamanan dan aktivitas pemuda di Kota Makassar, khususnya mengenai maraknya geng motor. Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan dalam forum rapat Komisi III DPR RI pada Jumat (13/3/2026).
Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf, dalam pernyataannya menyoroti keresahan masyarakat terhadap fenomena geng motor serta penggunaan senjata mainan yang dinilai semakin marak di tengah masyarakat.
“Sekarang ini yang meresahkan warga adalah geng motor dan senjata mainan yang marak digunakan masyarakat.
Mohon itu menjadi atensi di wilayah Makassar,” ujar Andi Amar Ma’ruf dalam forum tersebut.
Ia juga menyinggung kondisi keamanan yang menurutnya mengalami perubahan setelah pergantian kepemimpinan di Polrestabes Makassar.
Menanggapi hal itu, Ketua The Legend 120 Kota Makassar, Muh. Rusdi, menilai pernyataan anggota Komisi III DPR RI tersebut sebagai bentuk kritik yang bersifat konstruktif terhadap situasi keamanan di Kota Makassar.
Menurut Rusdi, ada sejumlah poin penting yang dapat dipahami dari pernyataan tersebut, terutama terkait harapan agar aparat kepolisian lebih proaktif dalam menjaga stabilitas keamanan di kota tersebut.
“Jika kita mencermati pernyataan beliau, ada kritik terhadap kinerja Kapolrestabes Makassar saat ini yang dinilai perlu lebih maksimal dalam mengendalikan situasi keamanan kota,” ujar Rusdi.
Rusdi menilai kritik tersebut seharusnya menjadi masukan positif bagi semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk meningkatkan pendekatan yang lebih humanis dalam menangani persoalan sosial di kalangan pemuda.
“Pernyataan tersebut menurut kami merupakan kritik yang membangun. Harapannya, kepolisian dapat lebih proaktif dan humanis dalam menangani persoalan yang melibatkan pemuda di Makassar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rusdi menjelaskan bahwa The Legend 120 Makassar selama ini dikenal sebagai wadah yang berupaya merangkul dan membina kelompok pemuda, termasuk mereka yang sebelumnya sering beraktivitas di malam hari atau terlibat dalam komunitas jalanan.
Menurutnya, organisasi tersebut hadir dengan tujuan memberikan pembinaan melalui pendekatan persaudaraan dan kemanusiaan.
“Organisasi ini bukan untuk mendorong pemuda melakukan tindakan kriminal. Justru kami berupaya merangkul dan memberikan pembinaan melalui pendekatan humanis dan persaudaraan agar tindakan yang berpotensi melanggar hukum dapat diminimalisir,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pihaknya tidak mengklaim mampu menyelesaikan seluruh persoalan secara instan, namun terus berupaya menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ketertiban di Kota Makassar.
“Kami tidak bisa mengklaim semuanya langsung aman, tetapi kami berupaya agar situasi bisa lebih terkendali. Ini merupakan bentuk partisipasi kami dalam menjaga keamanan Kota Makassar serta mendukung upaya kepolisian,” jelasnya.
Rusdi menambahkan bahwa The Legend 120 Makassar akan terus menjadi ruang bagi para pemuda untuk beraktivitas secara positif sekaligus menjaga nama baik Kota Makassar.
“The Legend 120 Makassar akan selalu menjadi wadah bagi teman-teman pemuda, sekaligus menjadi kendaraan bersama dalam menjaga marwah dan nama baik Kota Makassar,” tutupnya.
(*)Ir.T
