METROINFONEWS.CO | PAREPARE -Komitmen membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif terus diperkuat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Parepare, Lapas Kelas IIA Parepare. Melalui penguatan program nasional “Indonesia Sehat”, jajaran lapas menggelar dua agenda berkelanjutan: kerja bakti kebersihan dan pengembangan ketahanan pangan berbasis hidroponik.Selasa 24 Februari 2026.
Program ini tidak sekadar menata lingkungan fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan, kebersihan, dan kemandirian bagi seluruh penghuni lapas, baik petugas maupun warga binaan.
Kerja bakti dilaksanakan rutin setiap pekan dengan melibatkan petugas dan perwakilan warga binaan guna Menjaga Kebersihan , Menumbuhkan Kebersamaan Area hunian, ruang publik, hingga fasilitas layanan kesehatan menjadi fokus utama pembersihan guna mencegah potensi penyebaran penyakit.
Kalapas menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah fondasi utama terciptanya suasana pembinaan yang kondusif.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya soal estetika, tetapi tentang menjaga martabat dan kesehatan bersama. Di sini, kami ingin membangun budaya saling peduli dan gotong royong,” ujarnya.
Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sosial. Mereka tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Di sudut lain lapas, “Hidroponik” Dari Lahan Kosong Menjadi Sumber Harapan kini disulap menjadi instalasi hidroponik yang produktif. Berbagai sayuran hijau seperti selada, bayam, dan kangkung mulai dipanen secara berkala.
Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, sekaligus berpotensi menambah pemasukan melalui penjualan hasil surplus. Program ini juga dirancang sebagai pelatihan keterampilan praktis, agar warga binaan memiliki bekal usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
Menurut Kalapas, ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga relevan di lingkungan pemasyarakatan. “Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh keterampilan nyata yang bisa menjadi modal hidup yang lebih baik,” katanya.
Implementasi “Indonesia Sehat” di Lapas Kelas IIA Parepare menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanistik ,memandang warga binaan sebagai individu yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berubah.
Melalui kebersihan yang terjaga dan ketahanan pangan yang dikelola secara mandiri, lapas berupaya menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Kalapas berharap langkah ini dapat menginspirasi lembaga pemasyarakatan lainnya untuk mengembangkan program serupa, sehingga semangat “Indonesia Sehat” benar-benar hadir hingga ke dalam tembok-tembok pembinaan.
Di balik jeruji, harapan itu tetap tumbuh seteratur sayuran hidroponik yang dipelihara dengan kesabaran dan kerja sama.(Arifin/Andi/*red)
