METROINFONEWS.CO | MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar sosialisasi pengelolaan obat kepada masyarakat di pelataran Poliklinik RS Faisal Makassar, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pasien, keluarga pasien, serta karyawan RS Faisal. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengelola obat secara tepat, aman, dan bijak.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yaitu empat langkah penting dalam pengelolaan obat. Masyarakat diingatkan agar mendapatkan obat dari tempat resmi, menggunakan obat sesuai dosis dan aturan pakai, menyimpan obat dengan benar, serta membuang sisa obat secara aman.
Pemateri kegiatan, Athallah Iman Aflaha, menekankan pentingnya masyarakat memperoleh obat dari sumber yang memiliki izin.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membeli obat sembarangan melalui platform media sosial seperti Tiktok dan Shopee yang tidak jelas legalitasnya.
Obat harus diperoleh dari sarana resmi seperti apotek atau fasilitas kesehatan. Penggunaannya juga harus sesuai dosis yang dianjurkan dan mengikuti etiket penggunaan obat, ujarnya.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta menyoroti masih maraknya penjualan antibiotik secara bebas, bahkan di pasar. Kondisi ini dinilai berbahaya karena penggunaan antibiotik seharusnya berdasarkan resep dan anjuran dokter.
Sementara itu, Penanggung Jawab Instalasi Farmasi RS Faisal, Wahyuni, mengatakan bahwa penyuluhan DAGUSIBU bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan obat yang baik dan benar.
Menurutnya, masih banyak pasien yang belum memahami cara menyimpan obat maupun membuang sisa obat yang sudah tidak digunakan.(/*)Ir.T
