METROINFONEWS.CO | GOWA – Lembaga Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB) menyoroti dugaan perusakan branding pada salah satu mobil ambulans milik Puskesmas Pattallassang, Kabupaten Gowa.(Selasa 1/9/2026).
Dugaan perusakan tersebut terlihat pada bagian sisi kiri kendaraan. Branding yang memuat gambar Bupati Gowa diduga telah diubah oleh oknum yang belum diketahui identitasnya. Bagian pin yang terdapat pada gambar tersebut tampak dihapus, sementara bagian kacamata pada gambar terlihat diberi warna menyerupai kacamata hitam.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari TIB yang mempertanyakan motif di balik perubahan atau kerusakan branding pada kendaraan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut.
Kepala Puskesmas Pattallassang, drg. Akbar Arfan, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan WhatsApp pada Selasa malam sekitar pukul 20.41 WITA, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan mobil pelayanan yang digunakan untuk merujuk maupun menjemput pasien.
“Mobil tersebut mobil pelayanan yang dipakai untuk merujuk pasien dan menjemput pasien. Terkait branding yang rusak, ada orang/oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan dan kami tidak tahu pada saat apa branding tersebut dirusak. Kami juga baru diinformasikan terkait hal tersebut dan sementara ditindaklanjuti untuk perbaikan brandingnya,” jelas drg. Akbar melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Presiden Lembaga Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB), Syafriadi Djaenaf Daeng Mangka, menyayangkan adanya dugaan tindakan tersebut.
Menurut Syafriadi, tindakan merusak fasilitas yang digunakan untuk pelayanan masyarakat tidak mencerminkan nilai-nilai budaya dan etika masyarakat, khususnya budaya sipakatau yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar.
“Tindakan tersebut tidak terpuji dan sangat tidak mencerminkan budaya sipakatau, sesuai adat ketimuran kita sebagai adab budaya Makassar, khususnya di Kabupaten Gowa ini,” ungkap Syafriadi.
Ia menilai ambulans merupakan kendaraan yang memiliki fungsi penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga semestinya keberadaan dan identitas kendaraan tersebut dijaga dengan baik.
“Ambulans adalah kendaraan pelayanan kesehatan masyarakat, di mana branding ibu bupati dan wakil bupati adalah simbol branding pelayanan hati damai. Namun, oknum perusakan branding tersebut sangat mengherankan karena hanya gambar bupati saja yang dirusak. Ada apa?” katanya.
Syafriadi juga meminta agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti untuk mengetahui bagaimana kerusakan branding itu terjadi serta siapa pihak yang bertanggung jawab.
“Jika oknum perusakan tersebut diduga ada dalang, maka saya katakan dalangnya tak punya etika dan tak beradab, ironisnya gambar wakil bupati tak di rusak ! Ada apa? Kalau tidak suka dengan pemerintah sekarang kenapa gambar wakilnya tidak di rusak sekalian ,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui secara pasti kapan dan bagaimana branding pada ambulans tersebut mengalami kerusakan. Pihak Puskesmas Pattallassang menyatakan persoalan itu sedang ditindaklanjuti dan branding kendaraan akan diperbaiki.
(Redaksi)/SS.
