METROINFONEWS.CO |MAKASSAR – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia menggelar kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di Poliklinik Universitas Muslim Indonesia dan RS Faisal, Jumat (08/05/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menilai tingkat kesadaran pasien rawat jalan terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta minat berobat ke poliklinik gigi.
Dalam pemaparannya, pemateri Asri menjelaskan teknik menyikat gigi yang benar serta dampak buruk apabila seseorang jarang menyikat gigi.
Ia memaparkan berbagai penyebab kerusakan gigi, proses terjadinya gigi berlubang, hingga pentingnya menghindari makanan dan minuman yang dapat merusak lapisan gigi.
Asupan makanan manis berlebihan, kebiasaan malas menyikat gigi, hingga konsumsi makanan atau minuman tertentu dapat mempercepat kerusakan gigi, jelasnya di hadapan pasien rawat jalan.
Penyuluhan berlangsung interaktif. Salah satu peserta menanyakan apakah es batu dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Menanggapi hal itu, pemateri menjelaskan bahwa konsumsi es batu secara berlebihan dapat menyebabkan rasa ngilu dan berpotensi mengikis lapisan gigi.
Selain itu, peserta juga mempertanyakan kapan waktu ideal mengganti sikat gigi.
Asri menyarankan agar sikat gigi diganti minimal setiap tiga bulan sekali guna menjaga kebersihan dan efektivitas penggunaannya.
Terkait kebiasaan berkumur menggunakan air garam, dr. Husnul menjelaskan bahwa metode tersebut lebih dianjurkan bagi penderita sariawan karena dapat membantu proses penyembuhan luka di rongga mulut.
Untuk menyikat gigi minimal dilakukan dua kali sehari, namun standar yang dianjurkan adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur,” ujar Asri
Dalam sesi tanya jawab, pasien juga menanyakan penanganan gigi berlubang, apakah harus langsung dicabut atau masih bisa ditambal.
dr. Husnul menerangkan bahwa penanganan tergantung tingkat kerusakan gigi.
Kalau kerusakan masih di lapisan pertama, biasanya masih bisa dirawat atau ditambal.
Tetapi kalau lubang sudah mencapai saraf gigi dan menimbulkan nyeri hebat, maka harus dilakukan perawatan saluran akar yang membutuhkan beberapa kali kunjungan, jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mempertahankan gigi asli tetap menjadi pilihan terbaik dibandingkan harus menggunakan gigi palsu.(/*)Ir.T
