METROINFONEWS.CO | Makassar – Sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Rakyat Demokratik (KOMRAD) menggelar aksi unjuk rasa di fly over Jalan A.P. Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (14/3/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Teror Rakyat” serta “KOMRAD Bersama Andrie”. Para demonstran juga tampak mengibarkan bendera berwarna hitam dan merah sebagai simbol perlawanan terhadap tindakan kekerasan yang dinilai mengancam kebebasan berpendapat.
Yayat, salah satu peserta aksi dari KOMRAD, menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan masyarakat sipil, khususnya bagi warga yang aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan publik.
“Kami cukup cemas terhadap keamanan sipil di negara ini. Rakyat bersuara keras menyampaikan kritik, tetapi justru direspons dengan tindakan kekerasan seperti penyiraman air keras,” ujar Yayat dalam orasinya.
Menurut Yayat, Andrie Yunus yang dikenal sebagai aktivis KontraS menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal setelah menghadiri kegiatan podcast di kantor YLBHI.
Ia menegaskan bahwa aksi yang digelar oleh KOMRAD berlangsung secara damai dan tertib tanpa tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Berdasarkan pantauan di lokasi, demonstrasi berjalan kondusif tanpa adanya pembakaran ban bekas maupun penutupan jalan. Arus lalu lintas di sekitar fly over A.P. Pettarani tetap berjalan normal.
“Kami tidak berniat mengganggu pengguna jalan. Tujuan kami hanya menyampaikan aspirasi agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dapat diusut secara tuntas,” kata Yayat.
Lebih lanjut, KOMRAD mendesak Presiden, Kapolri, serta seluruh jajaran aparat penegak hukum untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.
“Kami meminta Presiden, Kapolri, dan seluruh aparat penegak hukum untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus ini. Siapa pun pelaku dan otak di balik penyiraman air keras harus segera ditangkap dan diproses secara tegas,” tegasnya.
Yayat juga menyebut bahwa aksi yang dilakukan pada malam ini merupakan bagian dari langkah awal atau prakondisi. Jika kasus tersebut tidak diusut secara tuntas dan motif pelaku tidak diungkap ke publik, pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan.
“Malam ini adalah prakondisi. Jika kasus ini tidak diusut tuntas dan motifnya tidak dipublikasikan, maka kami akan kembali menggelar aksi secara bertahap di Kota Makassar,” tutupnya.(/*)ir.T
